GARLIC / TSAUM

GARLIC OIL , OBAT KOLESTEROL AMPUH DAN OBAT BERBAGAI PENYAKIT

Kapsul Garlic Oil (Allium sativum), mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan anti septik. Kandungan allicin dan aliin berkaitan dengan daya anti kolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan lain-lain

Bawang putih (Allium sativum L.) milik genus Allium. Genus Allium yang sangat penting secara ekonomi karena merupakan hasil pertanian yang penting seperti bawang bombai, bawang putih. Bawang putih atau sering disebut garlic merupakan spesies Allium yang penting setelah bawang bombai.

Bawang putih menunjukkan efek penurun lemak, aktivitas antiplatelet dan aktivitas  antiatherosclerotic. Efek kardiovaskular bawang putih adalah yang terbaik dari semua spesies tanaman obat yang diteliti (Keusgen 2002). Louis Pasteur adalah yang pertama untuk menggambarkan efek antibakteri jus bawang merah dan bawang putih. Bawang putih menunjukkan efek antibiotik yang spektrum luas terhadap kedua bakteri gram positif dan gram negative. Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu bakteri yang terlibat dalam etiologi kanker perut dan bisul. Insiden kanker perut lebih rendah pada populasi dengan asupan tinggi Allium.

bawang putih

Khasiat dan manfaat Kapsul Garlic Oil :

– Meningkatkan insulin darah bagi penderita diabetes

– Mencegah penggumpalan darah

– Menurunkan kadar kolesterol

– Mencegah penyakit jantung

– Melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh

– Mengatasi batuk, flu, pusing dan demam

– Meningkatkan stamina tubuh

– Anti Tumor dan Kanker

– Stroke

– Penawar racun di dalam tubuh, dll.

KOMPOSISI: Garlic Oil 100%.

garlic oil

Sertifikat Halal LP-POM MUI: No. 00130054760410.

Dinkes RI izin IKOT, No : 448.3/I/IU.IKOT-BPPT/2011.

Petunjuk Penggunaan :

Dewasa : 3×3 kapsul/hari

Anak-anak : 3×1 kapsul/hari

Isi 60 Kapsul

Harga Kapsul Garlic Oil : Rp. 35,000/Btl

Garlic Oil / Minyak bawang putih
Isi : 60 kapsul
produsen : Griya An-Nur
Komposisi:
Garlic Oil

Khasiat:
Menurunkan kolesterol, ,memaksimalkan imunitas, mengobati sakit kepala, demam, flu, antimikroba, stroke, jantung, anti tumor/kanker, gangguan pencernaan, antiseptik, antibiotik,  dan antioksidan yang manjur.

Petunjuk Penggunaan:
Dewasa: 3 x 3 kapsul / hari
Anak-anak : 3 x 1 kapsul / hari

 

CP WA/SMS : 081398494974

WEBSITE:

http://obattradisionalasamurat.net

ATH-THIBBUN NABAWI KURMA

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit

24 December 2015 – Kategori Blog

Kurma sebagai Makanan dan Obat berbagai Penyakit

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit, Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan manusia. Telah digunakan sebagai makanan untuk 6000 tahun (Amer, 1994). Ini dapat digunakan untuk generasi yang akan datang karena nilai gizi, kesehatan dan ekonomi yang luar biasa di samping manfaat estetika dan lingkungan. Setiap bagian dari kurma berguna. Kurma menawarkan prospek yang berguna untuk memerangi kelaparan dan penyakit. Pentingnya kurma dalam gizi manusia berasal dari komposisi yang kaya karbohidrat, garam dan mineral, serat makanan, vitamin, asam lemak, asam amino dan protein.

 

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit, dari kurma pohon bisa 15? / 25 m dan 20? / 40 cm dalam radius cross-sectional. Batang terbuat dari serat selulosa yang kuat dan dapat digunakan dalam pembuatan kayu lapis. Ada lebih dari 100 juta pohon kurma di dunia. Hasil dari kurma tergantung pada banyak kondisi. Beberapa jenis kurma dapat memberikan 400 / 600 kg tanaman segar per tahun (100 / 150 kg tanaman kering) sampai 60 tahun.

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit, Ada lebih dari 2000 varietas yang berbeda dari kurma segar (Amer, 1994). Banyak varietas segar tersedia sepanjang 8 bulan dalam setahun. Kurma kering yang dikemas akan tetap baik tanpa penambahan pengawet selama minimal 8 bulan, kadar gula tinggi bertindak sebagai pengawet yang efektif.

 

Tahapan dalam kematangan buah kurma.

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit, Perkembangan buahnya diklasifikasikan menjadi empat tahap menggunakan istilah-istilah Arab (Fayadh & Al-Showiman, 1990). Sebelum Tahap 1 dan dalam 4- 5 minggu pertama, kurma ini disebut ‘altalaa‘, di mana kurma menjadi hijau.

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit

Tahap 1: tahap ‘Kimri’

Pada tahap Kimri kurma mengalami 2 fase, fase pertama dengan beberapa ciri-ciri  berikut:

. peningkatan pesat dalam ukuran dan berat;

. meningkatkan tingkat akumulasi gula;

. keasaman tinggi, dan

. kadar air yang tinggi.

 

Dan fase kedua memiliki ciri :

. berat terus bertambah tapi tingkat peningkatan ukuran dan berat berkurang;

. berkurangnya tingkat akumulasi gula;

. sedikit berkurang keasaman, dan

. kadar air lebih tinggi dari pada fase pertama.

Pada tahap Kimri, panjang buah rata-rata adalah 27,5 mm dan diameter 17,8 mm adalah (Tabel 1). Berat rata-rata lima varietas kurma adalah 5,8 g. Kurma dalam tahap ini berisi rata-rata 5,6% protein, 0,5% lemak dan 3,7% abu (Al-Hooti et al, 1995.)

Tahap 2: Tahap ‘khalal’

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit

Warna kurma pada tahap ini, dari hijau hingga  kuning dan merah tergantung pada kultivar (3/5 minggu). Tingkat perubahan dari empat fitur yang terlihat pada fase dua dari tahap Kimri terus menurun.

Dalam tahap ini, rata-rata panjang buah meningkat menjadi 32,5 mm dan meningkatkan diameter sampai 21 mm (Tabel 1). Persentase protein, lemak dan abu turun menjadi 2,7%, 0,3% dan 2,8%, masing-masing. Berat rata-rata meningkat buah menjadi 8,7%. (Al-Hooti et al., 1995).

 

Tahap 3: stage ‘Rutab’

Kurma mulai melunak dan kehilangan air (2/4 minggu). Protein, lemak dan abu persentase dalam tahap ini menjadi 2,6%, 0,3% dan 2,6%.

 

Tahap 4: tahap ‘Tamr’ date kini telah dikeringkan untuk konsistensi cukup kuat dengan warna yang lebih gelap tetapi ada jenis kurma yang tidak berkembang ke tahap ini. Tabel 2 menunjukkan persentase rata-rata potein, lemak dan abu dari 18 kultivar dalam tahap Tamr secara berurutan  2,3%, 0,2% dan 1,7%.

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit

Kurma sebagai Makanan dan Obat Penyakit, Buah ini mempunyai banyak kandungan nutrisi yang penting dan bermanfaat untuk tubuh. Kurma yang matang mempunyai kandungan gula sebesar 80% dan sisanya terdiri dari lemak, protein dan produk mineral yang lainnya, seperti besi, tembaga, asam folat dan magnesium. Kurma juga banyak mengandung serat dan juga sebagai sumber kalium. Buah kurma lima butir seberat sekitar 45 gram mengandung kalori sebesar 115 dan hampir semua kalori itu berasal dari karbohidrat.

Manfaat buah kurma untuk kesehatan kita, antara lain adalah:

  • Menguatkan fungsi lambung
  • Menguatkan fungsi hati
  • Mengobati diare
  • Memperlancar buang air kecil
  • Mengencangkan otot-otot yang kendor
  • Menguatkan rahim sehingga dapat membantu mempermudah dalam proses persalinan
  • Mencegah penglihatan yang kabur
  • Meningkatkan tekanan darah yang mengalami penurunan dengn cara merendam buah kurma ke dalam susu murni yang kemudian ditambahkan dengan sedikit cengkeh.
  • Menambah energi sehingga dapat menghilangkan rasa letih setelah melakukan banyak aktifitas
  • Mengandung vitamin A yang kaya dengan antioksidan sehingga dapat menjaga kesehatan mata, menjaga agar kulit tetap sehat dan melindungi kita dari kanker paru-paru serta rongga mulut.
  • Memberikan perlindungan terhadap terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner karena dalam buah kurma ini ada kandungan kalium yang merupakan bagian penting dari cairan tubuh dan sel sehingga mampu untuk mengendalikan tekanan darah serta denyut jantung.

Buah kurma yang lezat ini selain bermanfaat untuk kesehatan juga bermanfaat untuk kecantikan. Manfaat buah kurma untuk kecantikan,  antara lain adalah:

Mengatasi Kulit Yang Sensitif
Buah kurma mengandung vitamin B6 dan juga protein yang dapat mencegah terjadinya infeksi kulit serta dapat membuat kulit menjadi lebih segar. Untuk mendapatkan hasil tersebut, buah dapat dimanfaatkan menjadi masker yang dioleskan pada wajah yang sensitif atau pada kulit yang sedang mengalami iritasi. Cara membuat masker ini adalah dengan mencampurkan kurma yang sudah dihaluskan dengan yogurt dingin. Setelah itu gunakan sebagai masker dan bilas sampai bersih.

Dijadikan Body Scrub

Buah kurma ini dapat menjadi body scrub yang dapat melembutkan, membersihkan serta menjaga kekenyalan kulit. Cara menggunakannya adalah dengan mencampurkan buah ini dengan jus aprikot dan crabberries yang kemudian dihancurkan dan ditambah dengan oatmeal sebanyak setengah sendok teh. Setelah semua tercampur maka dapat segera digunakan sebagai scrub waktu mandi.

Selain buah kurma, masih banyak buah-buahan lain yang memiliki khasiat penting bagi tubuh kita, seperti manfaat buah mangga, buah naga. demikianlah informasi mengenai manfaat buah kurma, semoga ini bisa bermanfaat bagi Anda semua.

Sedia sari kurma :

Tamr, Sari kurma HPAI, Sari kurma TALA, serbuk kurma muda

contact us : wa/sms : 081398494974

, , , , ,

Bahan Obat Tunggal dalam Thibbun Nabawi

Bahan Obat/Makanan tunggal dalam Thibbun Nabawiy

rempah5

  1. Jeruk Sitrun (Atruuj).

Di Indonesia, yang dinamakan jeruk sitrun adalah jeruk yang berkulit keras berwarna kuning muda dan berbau enak, daging buahnya sangat asam dan dengan nama latin Citrus limannum. ( Kamus Bahasa Indonesia).

Sinonim : Citrus medica. Citrus Limonum. Citronnier. Neemoo. Leemoo. Limoun. Limone.

 

Citrus limannum
Sumber : Botanical.com

Taksonomi :

Ordo                      : Sapindales

Famili                    : Rutaceae

Genus                    : Citrus

Species                  : Citrus limonum

Deskripsi Tanaman.

Jeruk (Citrus limonum) adalah jenis hibrida yang dibudidayakan dari spesies liar seperti sitrun dan mandarin. Jeruk merupakan nama umum untuk jaringan reproduksi yang mengelilingi benih lemon tree angiosperma. Buah digunakan terutama untuk jus, meskipun pulp dan kulit juga digunakan, terutama dalam memasak dan membuat kue. Lemon jus mengandung sekitar 5% asam, yang memberikan rasa asam lemon dengan pH 2 – 3. Buah lemon berbentuk oval. Ketika matang, memiliki hidung kuning cerah, lapisan bawah empulur dan pucat kuning interior tersegmentasi. Biji kecil umumnya dikenal sebagai ‘floopies’ ditemukan dalam buah. Sebuah pohon lemon dapat tumbuh hingga 10 meter (33 kaki), tetapi biasanya lebih kecil. Cabang-cabangnya berduri, dan membentuk mahkota terbuka. Daun hijau, mengkilap dan elips-meruncing. Bunganya berwarna putih di luar dengan ungu bergaris interior dan memiliki aroma yang kuat. Pada pohon lemon, bunga dan buah-buahan matang dapat ditemukan pada waktu yang sama (Lanzara P. et Pizzetti M dalam Phytomedica.)

Tanaman ini dibudidayakan dari spesies liar. Kapan dan di mana pertama ini terjadi tidak diketahui. The citron , dijelaskan dalam Pliny Natural History (XII, vii.15) sebagai medicum malum atau  “buah obat” – tampaknya telah menjadi buah jeruk yang lebih dulu dikenal di dunia Mediterania. Penggambaran pohon jeruk muncul dalam mosaik Romawi Afrika Utara, tapi deskripsi tegas pertama lemon ditemukan dalam 10th Hijriah oleh Qustus al-Rumi. Penggunaan dan budidaya lemon, oleh bangsa Kanton (Southern Barbarians) telah dicatat pada awal abad ke-12. Pada akhir abad ke-12, Ibnu Jami ‘, dokter pribadi pemimpin Muslim Saladin, menulis risalah tentang lemon, setelah itu disebutkan dengan frekuensi yang lebih besar di Mediterania. Namun, diyakini bahwa lemon pertama awalnya dibudidayakan di Dataran Tinggi Deccan yang panas, semi-kering di India Tengah. Asal usul nama “lemon” adalah melalui Persia. (و مل Limu). Mereka dibudidayakan di Genoa pada pertengahan abad ke-15, dan muncul di Azores tahun 1494. Penelitian yang lebih baru telah mengidentifikasi lemon di reruntuhan Pompeii. Lemon yang pernah digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk memerangi penyakit kudis, karena mereka memberikan sejumlah besar vitamin C.

  1. (Baidh)
  1. Bawang merah.

Bawang merah (Allium cepa) anggota famili  Liliaceae, yang terdiri dari lebih dari 250 genus dan 3700 species. Sinonimnya adalah Allium ascalonicum L. , Allium esculentum Salisb. , Allim porrum cepa Rehb. Famili ini memiliki umbi (bulb, tuber) dan rhizoma, hal ini menyebabkan tumbuhan ini memiliki kemampuan bertahan hidup dalam kondisi ekstrim, misalnya musim salju, dan kemarau.

Klasifikasi Kingdom    : Plantae

Sub-kingdom               : Tracheobionta

Super division             : Spermatophyta

Division                       : Liliopodia

Subclass                       : Liliales

Order                           : Liliaceae

Genus                          : Allium L.

Species                        : Allium cepa L

Gambar (….) Allium cepa L

The plant Allium cepa Linn. (Liliaceae) are proved to shown the antidiabetic

  1. Tien ( Buah tin).

leriche my zaitun2

Ara umumTanaman dengan nama latin Ficus carica L.,berasal dari  keluarga Moraceae, dengan lebih dari 1400 spesies diklasifikasikan ke dalam sekitar 40 genera. Genus Ficus mengandung sekitar 700 spesies, terutama ditemukan di daerah tropis dan saat ini diklasifikasikan ke dalam enam subgenera. Saat ini, tanaman ini tumbuh liar di Mediterania Basin dan telah dibudidayakan untuk buah-buahan yang dapat dimakan selama ribuan tahun dan mempunyai hubungan erat dengan zaitun dan pohon anggur sebagai tiga jenis buah ara yang tumbuh secara komersial. Jenis umum yang berkembang adalah jenis parthenocarpically, jenis Smyrna yang memerlukan penyerbukan dengan serbuk sari dari caprifigs (caprification), dan jenis San Pedro yang menghasilkan panen pertama parthenocarpically dan tanaman kedua setelah penyerbukan. Total produksi di dunia adalah lebih dari 1 juta ton dan 70% diproduksi di Turki, Mesir, Yunani, Iran, Maroko, Spanyol, dan Amerika Serikat. Turki memproduksi hampir 25% dari total produksi.

 

Gambar

Ficus carica L

Ficus carica Linn. yang sering disebut sebagai “Ara”. Buah, akar dan daun digunakan dalam pengobatan pada gangguan yang berbeda seperti gastrointestinal (kolik, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan dan diare), pernafasan (sakit tenggorokan, batuk dan masalah bronkial), inflamasi dan gangguan kardiovaskular (Burkill, 1935, Ponelope, 1997). “Ara” telah digunakan secara tradisional untuk manfaat obat sebagai metabolik, kardiovaskular, pernapasan, antispasmodic dan obat antiinflamasi (Duke et al, 2002;. Werbach, 1993).

Studi fitokimia mengungkapkan adanya berbagai senyawa bioaktif: arabinosa, amyrins, Carotines, Glycosida ,setosterols dan xanthotoxol (Duke, 1992). Ficus carica telah dilaporkan menunjukkan aktivitas antioksidan (Solomon et al., 2006), anti-HSV (Wang et al., 2004), Haemostatic (Richter et al., 2002), hipoglikemik (Canal et al., 2000) dan aktivitas hypolipidemic (Perez et al., 1999). Senyawa O-asil-D-glucosyl-Sitosterols bersama dengan palmitoil, linoleyl, stearil dan oleil turunannya diisolasi dari buah Ficus carica menunjukkan efek sitotoksik yang kuat (Rubnov et al., 2001).

Namun, tanaman ini belum dipelajari untuk aktivitas antispasmodic dan antiplatelet. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dasar farmakologis untuk digunakan penggunaan tradisionalnya pada gangguan spasmodik dan inflamasi.

  1. Tsaum (Bawang Putih)

garlic oil2

Bawang putih (Allium sativum L.) milik genus Allium. Genus Allium yang sangat penting secara ekonomi karena merupakan hasil pertanian yang penting seperti bawang bombai, bawang putih. Bawang putih atau sering disebut garlic merupakan spesies Allium yang penting setelah bawang bombai.

Bawang putih menunjukkan efek penurun lemak, aktivitas antiplatelet dan aktivitas  antiatherosclerotic. Efek kardiovaskular bawang putih adalah yang terbaik dari semua spesies tanaman obat yang diteliti (Keusgen 2002). Louis Pasteur adalah yang pertama untuk menggambarkan efek antibakteri jus bawang merah dan bawang putih. Bawang putih menunjukkan efek antibiotik yang spektrum luas terhadap kedua bakteri gram positif dan gram negative. Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu bakteri yang terlibat dalam etiologi kanker perut dan bisul. Insiden kanker perut lebih rendah pada populasi dengan asupan tinggi Allium.

 

Gambar

Bawang putih (Allium sativum L.)

  1. Jubn (Keju).

keju2

Keju merupakan makanan yang dapat ditemukan di hampir seluruh penjuru dunia. Keju merupakan makanan yang telah tua. Metoda pembuatan keju telah berkembang sejak jaman kuno. Dahulunya, makanan utama adalah susu sedangkan keju dimanfaatkan untuk pengawetan susu yang diproduksi berlebihan. Produksi keju menggunakan Rennet telah dilakukan lebih kurang 5000 tahun yang lalu.

Di Swedia, ada 5 tipe keju yang sering dibuat yaitu :

  1. Hard Cheeses, yaitu keju yang dapat dipotong-potong.
  2. Soft Cheeses, yaitu keju lembut yang berwarna biru.
  3. Fresh Cheeses, yaitu keju yang dapat langsung dimakan dan belum matang.
  4. Smaltost, yaitu keju yang dibuat dari Hard Cheeses, dengan dilelehkan bersama garam tertentu.
  5. Mesost, yaitu produk khusus yang dibuat dari whey yang direbus.

Di Inggris, keju juga bermacam-macam :

Blue Stilton Cheese

White Stilton

 

Jenis-jenis keju.
  1. Kemangi
  2. Delima
  3. Kismis (Zabib).
  4. Jahe (Zanjabil).
  5. Siwak (kayu siwak).
  6. Mayonaise (Shabir).
  7. Inai
  8. Jamur Batu (Kam’ah)
  9. Daun lada hitam.
  10. Air dan air zam-zam.

 

Konsep Ath Thibbun Nabawi

  1. KONSEP PENGOBATAN NABI (ATH-TIHBB AN-NABAWY ) by. Ofa suzanthi {pengajar dan praktisi}

bekam1

Konsep Pengobatan Nabi (Ath-thibb An-Nabawy) ada 3 bentuk:

  1. Pengobatan dengan bahan-bahan obat alamiyah.
  2. Pengobatan ilahiyah, ruqyah.
  3. Kombinasi pengobatan dengan obat-obatan dan ilahiyah.

 

  1. Aplikasi Pengobatan Nabi Menggunakan Bahan-Bahan Alamiyah Pada Beberapa Penyakit Fisik.
  • Penyakit Demam.

Ibnu Qoyyim menyebutkan bahwa penyakit demam ada 2 macam: Pertama, demam yang bersifat simtomatik, yaitu yang terjadi akibat pembengkakan, aktivitas berlebih, panas matahari, atau karena emosi yang tidak terkontrol. Kedua, demam penyakit. Demam penyakit ini ada tiga macam: Pertama, demam sehari yaitu demam yang hilang dengan sendirinya setelah sehari. Kedua, demam ufniyah, yaitu demam yang disebabkan oleh kontaminan unsur luar. Ketiga, demam yang berasal dari organ keras (demam hectic).

Menurut Ibnu Sina, beberapa jenis demam terjadi karena bagian atau ruang kosong di dalam tubuh diisi oleh bahan yang merupakan hasil ekskresi atau bahan yang tidak berguna yang disebut Imtela atau bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi (Siahpoosh, 2012).

Diriwayatkan dalam Kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Nafi dari Ibnu Umar  bahwa Nabi SAW pernah bersabda :

“ Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api Jahannam. Maka dinginkanlah dengan air.”

Demam yang dimaksud dalam hadist diatas adalah demam dengan berbagai macam penyebabnya, yang dapat diredakan dengan air. Ada beberapa pendapat dalam hal ini mengenai air yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW; yaitu air dingin, air biasa atau air zam zam ( Ibnu Qoyyim ).

  • Penyakit Perut Melilit.

Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim disebutkan sebuah hadist dari Abul Mutawakkil, dari Abu Said Al-Khudri : Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi SAW. Lelaki itu mengadu : “Saudaraku terserang penyakit perut melilit” (dalam riwayat lain diceritakan “Perutnya melilit lilit”Maka beliau bersabda, “Minumkanlah ia madu” Lelaki itu pun pulang ke rumah. Tak lama ia kembali lagi dan berkata sudah ku minumkan madu, tetapi belum juga sembuh”. Dalama riwayat lain dikisahkan “bahkan penyakitnya bertambah”. Demikian dikisahkan bahwa dia mengatakan demikian dua atau tiga kali. Setiap kembali Rasulullah SAW bersabda “minumkanlah ia madu”. Pada kali yang ketiga atau keempat beliau menambahkan” sungguh Maha Benar Allah dan sungguh perut saudaramu yang berdusta.  Hadist dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi serta An-nasa’i.

thibbun nabawi maduMadu memiliki banyak khasiat. Madu dapat membersihkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam usus, pembuluh darah dan yang lainya. Madu juga dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dikonsumsi atau dioleskan, amat bermanfaat untuk lanjut usia dan mereka yang memiliki keluhan pada dahak atau metabolisme yang cendrung lembab dan dingin.

  • Penyakit Istisqo’

Penyakit istisqo adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh sejenis benda asing bertekstur dingi meresap ke dalam rongga-rongga berbagai organ tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan. Bentuk penyakit ini ada tida yaitu ; bagian yang menyerang  tubuh yang berdaging dan ini paling berbahaya, bagian yang menyerang rongga tubuh dan busung.

Dalam  shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadist dari Anas bin Malik, ia menceritakan: suatu datang sekelompok orang dari Urainah dan Ukal menemui Rasulullah SAW. Mereka mengeluh bahwa mereka terjangkit penyakit istisqo’. Maka beliau bersabda “Coba kalian keluar dan mencari unta zakat, kalian minum air susu dan air seninya”. Mereka pun melakukannya. Ketika mereka sembuh justru menyerang sekelompok gembala muslim, membunuh mereka , melarikan untanya.

Obat yang dibutuhkan untuk penyakit ini adalah obat yang dapat menstimulasi dan memperlancar metabolisme dengan takaran seimbang. Kriteria ini ada pada  air susu dan air seni unta. Susu unta dapat memperlancar  metabolisme, memperlunak sisa makanan dalam tubuh dan membuka penyumbatan. Karena kebanyakan makananan yang dikonsumsi unta adalah rerumputan, qaishum (southern wood), akar-akaran, babons, crysantenum, idzkir dan sejenisnya yang semua itu adalah pencahar.

Ar Razi mengatakan bahwa “ Susu unta meringankan lever dan kerusakan metabolisme tubuh. Al Israili juga mengatakan bahwa susu unta adalah susu yang paling lembut, paling kecil kepekatannya dan paling ringan. Susu unta juga baik untuk menggerakkan usus besar, dapat bekerja sebagai dan membuka bagian-bagian yang tersumbat.

Pengarang Al Qanuun mengatakan  “ Jangan menghiraukan orang-orang yang mengatakan bahwa susu tidak menyembuhkan istisqa’. Susu unta adalah penyembuh efektif. Susu ini bermanfaat sehingga jika mengganti air dan makanan dengan susu unta, ia akan sembuh. Sebagian orang yang datang ke tanah arab mencoba obat ini dan sembuh. Urine unta terbaik adalah urine unta orang badui.

  • Luka

Luka dapat diobati dengan abu yang dihasilkan dari pembakaran daun kurma. Hal pernah dilakukan oleh Fatimah untuk mengobati luka Rasulullah SAW. Disebutkan dalam shahih Bukhari Muslim diriwayatkan dari Abu Hazim bahwa Sahal bin Sa’d ditanya tentang bagaimana luka-luka Rasulullah SAW dalam perang Uhud diobati. Sahal menjawab, “Wajah Rasulullah terluka, kakinya patah dan topi baja yang dikenakannya pecah. Fatimah, putrinya membersihkan darah Nabi SAW sedangkan Ali menuangkan air ditangan Fatimah dengan perisainya. Ketika Fatimah menyadari bahwa pendarahan tidak berhenti, ia membakar kurma, lalu memasukkan abunya ke dalam luka Rasulullah sehingga pendarahan berhenti”.

  • Irqun nasaa

Irqun nasaa merupakan penyakit yang berawal dari tulang sendi pangkal paha, selanjutnya turun ke paha dari sisi belakang tubuh. Kadang-kadang penyakit ini mencapai pergelangan kaki. Semakin lama diderita penyakit ini semakin turun ke bawah hingga membuat kaki dan paha semakin lemah.

Ibnu Majah meriwayatkan dalam sunannya sebuah hadist dari Muhammad bin sirrin dari Anas bin Malik yang berkata : saya mendengar Rasulullah SAW  bersabda : “ Pengobatan penyakit irqun nasaa dilakukan dengan melelehkan lemak dari ekor domba Arab Badui. Kemudian lemak itu dibagi menjadi 3 bagian dan setiap bagian diminum setiap hari”

Domba betina suku Badui memiliki beberapa kualitas ukuran seratnya kecil, lebih sedikit kotorannya dan memiliki esensi lembut karena domba suku nomaden ini memakan rumput  yang panas , rumput syaih, qaishum dsb. Jika domba memakannya maka karakternya akan berpindah ke daging domba, terutama ekornya yang berlemak. Meskipun susu domba mengandung bahan-bahan efektif dari tumbuhan liar, namun ekornya memililki duakualitas yang tidak dimiliki susu, yakni sebagai obat pencahar dan mematangkan zat-zat busuk sampai siap untuk dibuang dari tubuh.

  • Sembelit atau Konstipasi

Tirmidzi dalam AL Jami’ dan Ibnu Majah dalam As sunan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada Asma’ bin Umais, “ Bagaimanakah engkau mengobati sembelit? Asma menjawab, “Menggunakan Syubrum”. Rasulullah SAW berkata lagi, “Tumbuhan itu panas dan cepat reaksi.nya. “Asma berkata lagi, “ Saya juga menggunakan sana untuk melancarkan buang air kecil. Maka Rasulullah SAW menanggapi, Seandainya ada obat yang dapat mencegah kematian, obat itu adalah sana. (HR Ahmad dan Al-Hakim, Thabrani).

Imam Ar-Razi mengatakan, “Sana dan chahtriz (ketumbar kedelai) dapat menghancurkan berbagai kotoran-kotoran yang tajam, bermanfaat mengobati kudis dan gatal-gatal. Masing-masing diminum antara 4 hingga 7 sendok makan per hari”.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bertanya, “ Dengan apa engkau mengobati sembelitmu? Asma menjawab, “ Dengan Syubrum” adalah sejenis OBAT tradisional yang terbuat dari kulit akan pohon. Unsurnya panas dan kering, mencapai tingkat keempat. Yang terbaik adalah yang agak kemerahan, agak tipis dan menyerupai kulit yang dilipat. Rasulullah SAW bersabda, “ Obat itu panas dan reaksinya cepat sekali”. Maksudnya kuat daya pencaharnya.

Adapun sana secara bahasa dibunyikan dengan dua cara : sanaa atau sana. Artinya adalah sejenis tumbuhan dari hijaz, yang terbaik adalah yang tumbuh di Mekkah. Berkhasiat mencaharkan unsur kuning dan hitam serta memperkuat otot jantung. Khasiat utamanya adalah menghilangkan gangguan atau luka dalam tubuh, merenggangkan otot, memperlebat rambut, menghilangkan kutu dan pusing berat, kudis , jerawat, gatal-gatal dan epilepsi. Lebih baik meminum air perasannya yang sudah dimasak daripada memakannya dalam bentuk bubuk. Ukuran atau dosis yang dikonsumsi adalah tiga sendok makan. Bila sudah dalam bentuk cairan, lima sendok makan. Jika dimasak dan dicampur dengan kismis merah dan sejenisnya, lebih baik lagi.

Adapun sanuut, ada delapan pendapat yang menafsirkan yaitu ditafsirkan sebagai : madu, bagian dari minyak samin, biji-bijian berupa jinten, jinten manis, Razyanj, Syabt, kurma, madu.

  • Eksim dan gatal-gatal.

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari hadist Qatadah, dari Anas bin Malik bahwa ia menceritakan, Rasulullah SAW memberikan keringanan kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Al-awwam untuk mengenakan sutra dalam rangka mengobati penyakit eksim yang mereka alami.

  • Radang pinggang.

Diriwayatkan oleh Imam At-tirmidzi dalam Jami’-nya dari hadist Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Obatilah penyakit radang pinggang dengan kayu Bahar dan minyak zaitun”

  • Pusing dan migrain
  • Penyakit Udzrah
  • Penyakit mata
  • Penyakit kejang.
  • Jerawat
  • Bisul, inflamasi

 

  • Panduan untuk Terapi Penyakit dalam Thibbun Nabawiy.
  1. Memberi makanan orang sakit dengan menghidangkan makanana yang paling lembut yang biasa dimakan.
  2. Mengosongkan perut dengan muntah.
  3. Tindakan preventif terhadap berbagai penyakit menular dan anjuran agar orang sehat menghindari kontak dengan orang sakit.
  4. Larangan berobat dengan bahan yang haram
  5. Terapi umum terhadap semua keluhan penyakit dengan ruqyah ilahiyah.
  6. Mengobati sengatan binatang berbisa dengan al Fatihah.
  7. Terapi terhadap sengatan kalajengking dengan ruqyah.
  8. Terapi ruqyah untuk penyakit kulit dan luka.
  9. Mengobati rasa sakit (nyeri) dengan ruqyah.
  10. Terapi mengatasi kegelisahan, rasa sedih.
  11. Terapi mengatasi rasa takut dan susah tidur
  12. Kebiasaan baik yang penting untuk menjaga kesehatan dalam Thibbun Nabawiy
  1. Cara duduk saat makan.
  2. Cara minum.
  3. Mengatur tempat tinggal (rumah).
  4. Jadwal tidur dan beraktivitas.
  5. Tata cara dan etika islam dalam pergaulan laki-laki dan perempuan dan mengobati penyakit asmara.
  6. Wewangian dalam islam.
  7. Cara menjaga kesehatan mata

MANFAAT JELLY GAMAT G, BUAT PASIEN REMATIK

MANFAAT JELLY GAMAT G, BUAT PASIEN REMATIK

Jelly gamat G1.jpg4

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai MANFAAT JELLY GAMAT G, BUAT PASIEN REMATIK. Perlu anda ketahui bahwa jelly gamat gold-g ini merupakan salah satu produk unggulan kami hasil produksi PT.GNE produsen Biogene R&D SDN BHD. Produk ini sangat di gandrungi masyarakat sekarang ini, karena mereka telah ikut merasakan manfaat luar biasa akan jelly gamat gold-g.

Jelly gamat gold-g berbahan dasar hewan laut 100% alami yaitu Teripang, sebenarnya sudah dari ribuan tahun yang lalu sejan zaman nenek moyang kita teripang ini dijadikan pengobatan alternatif bagi mereka dalam mengobati berbagai penyakit. Bahkan para kaisar dan bangsawan di Cina teripang ini dijadikan makanan kesehatan. Di Arab pun teripang di jadikan obat untuk luka dan juga untuk yang dikhitan. Jenis teripang itu sangatlah banyak, namun kami lebih memilih teripang emas spesies Golden Stichopus Variegatus karena teripang jenis ini adalah satu-satunya jenis teripang terbaik di antara jenis teripang lainnya didunia. Teripang emas ini hidup didasar lautan yang banyak ditemukan di Asia Pasifik yang salah satunya di Negara Kita Indonesia. Di era modern seperti sekarang ini demi memudahkan kita mendapatkannya, teripang pun di olah secara modern diproses dengan cara higienis sehingga menghasilkan produk kesehatan Jelly Gamat Gold-G.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), teripang itu memiliki kandungan gizi lengkap, seperti : 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. Semua bersatu-padu membangun kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Berdasarkan hasil dari penelitian teripang emas yang menjadi bahan dasar utama Jelly Gamat Gold-G ini mempunyaki 50 jenis kandungan Aktif didalamnya dan berikut adalah diantaranya :

° Protein 86,8%
° Kolagen 80,0%
° Mineral
° Mukopolisakarida
° Glucasaminoglycans (GAGs)
° Antiseptik alamiah
° Glucosamine dan Chondroitin
° Saponin
° Omega-3, 6, dan 9
° Asam Amino
° Lektin
° Vitamin dan Mineral
° Senyawa Gamapeptide

Dari semua kandungan yang terdapat pada teripang emas yang ada dalam jelly gamat gold-g tadi, ternyata berdasarkan hasil penelitian mampu mengobati berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ tubuh) seperti : darah tinggi, maag, asam lambung, stroke, diabetes melitus, batu ginjal, batu empedu, miom, kista, kolesterol, jantung hingga berbagai penyakit kulit dan sangat masih ada sejuta manfaat lain dari jelly gamat gold-g ini.

Fakta Ilmiah Berbagai Penelitian Para Ahli

manfaat jelly gamat gold g

Hasil penelitian dari Universitas di Malaysia selama 8 tahun menunjukkan bahwa Jelly Gamat Gold-G dapat mempercepat penyembuhan luka, baik luka luar maupun luka dalam, melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme. Selain mampu meregenerasi sel, teripang juga kaya akan nutrisi. “Senyawa aktif terbanyak berupa antioksidan, baik untuk perbaikan sel tubuh manusia, termasuk berguna untuk pemulihan lambung yang terkena luka akibat peradangan.

Riset yang ditempuh Hassan Yacob merupakan penelitian pertama yang mengungkap khasiat gamat/teripang di Malaysia. Para peneliti mengungkap 11 asam amino pada teripang: miristat, palmitat, palmitoleat, stearat, oleat, linoleat, arakhsidat, eicosapentaenat, behenat, erusat, dan docosahexaenat. Asam lemak itulah yang mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam.

Kemudian hasil penelitian di berbagai Universitas di seluruh dunia, ditemukan bahwa teripang emas sangat berkhasiat sebagai obat multi khasiat dan sebagai antiseptik tradisional. Dari penelitian tersebut terbukti bahwa teripang/gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi/pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat/pulih kembali. Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes melitus. Selain diminum, Gamat juga dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata, “Cell Growth Factor” mampu bekerja dengan baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat.

Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan kepada penderita penyakit diabetes mellitus. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109).

Menurut ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee, Di Pulau Langkawi, Malaysia, teripang sohor sebagai obat untuk penyakit nyeri sendi akibat asam urat. Ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University mengatakan teripang mengandung kondroitin sulfat dan glukosamin. Kondritin sulfat berperan memulihkan penyakit sendi. Sedangkan glukosaminoglikan merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah yang menggumpal. Pada penderita penyakit asam urat, jumlah glukosamin dan kondritin sedikit.

Riset Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New York, Amerika Serikat, menunjukkan teripang berkhasiat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% penderita radang sendi akibat asam urat. Ini akibat glukosamin merangsang tubuh mensekresikan cairan sinovial untuk lubrikasi persendian. Menurut dr Zen Djaja MD, dokter di Malang, Jawa Timur, satwa anggota famili Holothuriidae itu mengandung asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid. (trubus,Jumat, Oktober 10, 2008 07:14:12 )

Perihal teripang yang ampuh menurunkan kadar kolesterol dibuktikan oleh Hsi-Hsien Liu. Periset National Chung-Hsing University, Taiwan, itu meneliti efek penurunan lemak alias hipolipidemik karena senyawa glikosaminoglikan. Senyawa itu terkandung dalam teripang Metriatyla scabra. Glikosaminoglikan alias GAGs teripang mengandung asam heksosamin dan heksuronat. Percobaan selanjutnya dilakukan terhadap tikus winstar berbobot 5 g, 10 g, 15 g, dan 20 g. Tikus-tikus itu diberi 1% kolesterol selama 6 pekan sehingga total kolesterol, LDL, dan bobot hati meningkat. ( Trubus, Jumat, Februari 01, 2008 15:44:25)

Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102

Pengobatan Ath Thibbun Nabawi

Pengobatan Thibbun Nabawi

‘By Ofa Suzanthi, pengajar dan praktisi

ath thibb nabawi

DUNIA PENGOBATAN UMUM

Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern) mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.

PENGOBATAN ILAHIYAH DAN MISYKAT NUBUWAH

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Tidaklah Allah Subhanhu Wa Ta’ala menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah Subhanhu Wa Ta’ala secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah Subhanhu Wa Ta’ala secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan.

THIBBUN NABAWI

thibbun nabawi habbatsauda2

Ibnul Qayyim berkata: “Pengobatan ala-Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i), bernuansi ilahy, berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal. Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada- Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

CARA TEKNIS PENGOBATAN NABAWI

Banyak sekali cara pengobatan nabawi. Kami hanya menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu:

  1. Pengobatan dengan madu

cropped-thibbun-nabawi-madu1.jpg

Allah Subhanhu Wa Ta’ala berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah:

“… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl: 69).

Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini: “Ada seseorang menghadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al- Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)

  1. Pengobatan dengan habbah sauda` (jintan hitam, Nigella sativa)

thibbun nabawi habbatsauda

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit assamu”. Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)

 

  1. Pengobatan dengan susu dan kencing unta.

Anas RA menceritakan: “Ada sekelompok orang ‘Urainah dari penduduk Hijaz menderita sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada kami dan berilah kami makan.’ Ketika telah sehat, mereka berkata: ‘Sesungguhnya udara kota Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, pent.).’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 3-30 ekor). Beliau berkata: ‘Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu. Tatkala mereka telah sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (setelah sebelumnya mereka mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari Islam, -pent.). Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)

 

  1. Pengobatan dengan berbekam (hijamah)

Ibnu ‘Abbas RA mengabarkan:

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda: “Obat/kesembuhan itu (antara lain) dalam tiga (carapengobatan): minum madu, berbekam dan dengan kay, namun aku melarang umatku dari kay.” (HR. Al-Bukhari no. 5680)

  1. Ruqyah

Di antara cara pengobatan nabawi yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanhu Wa Ta’ala adalah ruqyah yang syar’i, yang ditetapkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih.

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan berkata: “Sungguh Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah menjadikan Al-Qur`an sebagai syifa` bagi penyakit-penyakit hissi (yang dapat dirasakan indera) dan maknawi berupa penyakit-penyakit hati dan badan. Namun dengan syarat, peruqyah dan yang diruqyah harus mengikhlaskan niat. Dan masing-masing meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari sisi Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Dan ruqyah dengan Kalamullah merupakan salah satu di antara sebab-sebab yang bermanfaat.”

Beliau juga berkata: “Pengobatan dengan ruqyah Al-Qur`an merupakan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan amalan salaf. Mereka dahulu mengobati orang yang terkena ‘ain, kesurupan jin, sihir dan seluruh penyakit dengan ruqyah. Mereka meyakini bahwa ruqyah termasuk sarana yang mubah lagi bermanfaat, sementara yang menyembuhkan hanyalah Allah Subhanhu Wa Ta’ala.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy- Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)